Sabtu, 15 Maret 2014

MIKA

Malem sabtu kemarin sengaja aku khususin buat nonton film. Beberapa hari sebelumnya aku ke warnet dan sempet ngambil film-film dari warnet itu. Salah satu yang kuambil adalah film yang judulnya "MIKA"
Awalnya sama sekali nggak inget kalo ada film Mika... Niatnya mau ngambil film indonesia yang lain, tapi malah nggak ada.

MIKA...

Film yang tadinya aku pikir cuma film drama indonesia yang biasa. Ya... secara keseluruhan si filmnya kayak film Indonesia yang lain. Ada cowok ada cewek, mereka ketemu, suka lalu cowoknya nembak ceweknya terus mereka pacaran terus munculah konflik ini itu.
Bedanya disini adalah ceweknya adalah seorang skolioser. Tau skolioser kan? Skolioser itu adalah penderita skoliosis. Dan skoliosis adalah penyakit dimana tulang belakang penderita membengkok (ehmm.. mungkin bukan membengkok, tapi istilahnya apa ya??? Aku lupa :p) Dan cowoknya adalah seorang penderita HIV. Yaa... Dua penyakit yang memang berbahaya.
Awal ceritanya biasa aja, malah sempet bosen. Cara Indi sama Mika ketemu juga biasa aja. Oia, ceweknya namanya Indi dan cowoknya yang namanya Mika... (Aku kira Mika ini nama yang cewek, ternyata nama yang cowok :p)
Setelah nonton dan nonton terus baru deh aku tau kalo film ini beda dari yang lain. Vinno G Bastian sukses banget bawain karakter Mika... Kesannya natural dan sama sekali nggak dibuat-buat.
Banyak adegan-adegan antara Mika dan Indi yang pasti bakalan ngebuat cewek-cewek iri dan pengen punya cowok yang sikapnya kayak si Mika.

Mika itu...
Romantis : Dia selalu saja bisa kasih kejutan sama Indi. Walopun kejutan kecil tapi artinya luar biasa.

Mika itu...
Guru yang baik : Dia bisa ngerubah Indi yang tadinya selalu takut dan lebih suka menyendiri menjadi Indi yang lebih berani dan pede.

Mika itu...
Ngelindungin Indi banget : Dalam segala situasi, sisi gentlemennya Mika selalu keliatan.

Pokoknya sosok Mika itu sosok laki-laki yang diidam-idamin semua perempuan.

Tapi yang aku dapet dari film ini bukan cuma sisi romantis-romantisnya Indi sama Mika, banyak juga adegan sedihnya.
Dan adegan paling sedih buatku adalah saat Mika mau ngasih kado buat Indi ketika Indi ulang tahun dan dia malah batuk darah, lalu darahnya kena ke kadonya Indi. Disitu Mika keliatan frustasi dan berusaha untuk menghapus darah dari kado itu. Tapi nggak bisa. Akhirnya dia malah ngebanting kado itu. Fyi, HIV bisa ditularin lewat darah.
Adegan sedih yang lain adalah ketika Mika batal nyium bibirnya Indi. Fyi, air liur juga bisa menjadi sarana penularan penyakit HIV. Kebayang ketika kita punya pacar dan kita sama sekali nggak bisa nyium bibirnya dia karena kita takut nularin penyakit mematikan kepada orang yang kita cintai itu.

Film ini sad ending sih. Di akhir cerita Mika akhirnya meninggal. Ada juga adegan waktu Mika lagi tidur (tidur untuk selamanya) di dalam sebuah peti mati dan Indi menyematkan satu bunga mawar merah di antara jemari tangan Mika...

Secara keseluruhan film Mika ini bagus. Sedihnya itu tersirat. Kita nggak harus ngeliat banyak adegan nangis, tapi kita tetep bisa ngerasain sedihnya. Pas adegan Mika meninggal, Indinya juga nggak nangis yang heboh, disitu Indi cuma duduk, diem dan akhirnya digendong sama papanya.

Recommended buat ditonton kok. Bagus filmya :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar